Peristiwa
Punya 620 Petugas Kebersihan dan Pasang CCTV di Sungai, Banyuwangi Raih Adipura
03-08-2017 - 12:14 | Views: 20.30k
Menteri LHK Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan Adipura kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Menteri LHK Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan Adipura kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan Piala Adipura 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori kota sedang. Ini adalah penghargaan untuk kelima kali berturut-turut sejak tahun 2013.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu (2/8/2017) malam. Penghargaan ini diberikan pada daerah yang dinilai mampu menjaga lingkungan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Pemkab Banyuwangi memang mempunyai 620 petugas dan program-program untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Petugas akan menjaga drainase, mengelola bank sampah, dan taman, sedangkan program meliputi pembangunan 23 ruang terbuka hijau (RTH) dan pemasangan CCTV di sejumlah titik sungai untuk melatih masyarakat malu buang sampah sembarangan.

“Alhamdulillah kita mempertahankan Adipura lima tahun berturut-turut. Semua berperan nyata, seperti petugas kebersihan dan persampahan, dan yang paling nyata adalah semua warga yang ingin mewujudkan budaya bersih. Namun kunci kebersihan ada di masyarakat, maka mari bersama-sama berbenah,” kata Bupati Anas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Husnul Chotimah menambahkan, penghargaan Adipura diterima Banyuwangi karena memenuhi sejumlah kriteria penilaian. Selain pengelolaan sampah dan tersedianya ruang terbuka hijau, faktor yang dinilai juga kebersihan di sejumlah ruang publik, seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, rumah tinggal penduduk, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

"Target ke depan, kami akan menyediakan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tingkat desa dan kecamatan. Untuk program ini, minimal kecamatan menyiapkan satu TPA dengan menggunakan lahan yang tak terpakai untuk TPA. Semoga permasalahan aset yang akan dipakai untuk TPA bisa segera dipenuhi," kata Husnul.

Selain Piala Adipura, Banyuwangi meraih penghargaan Kalpataru bidang penyelamat lingkungan yang diberikan kepada Kelompok Nelayan Samudra Bhakti, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, pengelola kawasan wisata "Bangsring Underwater". Banyuwangi juga mendapat penghargaan Piala Adiwiyata Predikat Mandiri untuk tiga sekolah peduli lingkungan di Banyuwangi, yaitu SMAN I Giri, SDN Penganjuran IV dan SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring. (*)

Pewarta
: Ahmad Su'udi
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur
Sumber
: