Peristiwa
Sampah Kiriman di Muara, Jadi Tantangan Wisata Pantai Syariah
14-04-2017 - 19:08 | Views: 61.90k
Warga melaksanakan kerja bakti di lingkungan Pulau Santen  (Foto: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)
Warga melaksanakan kerja bakti di lingkungan Pulau Santen (Foto: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perkembangan wahana wisata Pantai Syariah Pulau Santen di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Jawa Timur mendapat tantangan berat dari sampah yang terus datang di muara sungai setempat. Kerap aliran sampah terlihat terbawa arus air di bawah jembatan penyeberangan pulau.

Kepada TIMES Indonesia, Ketua Lingkungan Pulau Santen Slamet Efendi mengatakan saat arus air menuju selatan, saat itu juga sampah-sampah akan terlihat ikut terbawa.

“Ada 6 sungai yang yang bermuara kemari. Yang paling banyak membawa sampah itu arus Sungai Kalilo,” kata Slamet, Jumat (14/3/2017).

Pihaknya juga melakukan berbagai upaya dalam mengelola sampah di Pulau Santen dengan membangun petugas kebersihan Pantai Syariah, mengembangkan Eco Brick yang dilakukan remaja-remaja setempat dan bekerja bakti satu minggu sekali.

Sementara itu Dinas PU Pengairan Banyuwangi juga berencana berusaha memutus aliran sungai dengan memasang jaring sampah di sungai. Langkah itu diambil agar tidak ada lagi sampah keluar dari muara sungai Pantai Syariah.

“Jaring akan kita pasang di Sungai Sobo sebanyak 2, Sungai Bagong sejumlah 3 dan Kalilo 10 jaring. Sebenarnya kalau warga tidak membuang sampah di sungai, pemasangan jaring seperti ini tidak perlu dilakukan,” kata Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo.

Pembangunan fisik di Pantai Syariah juga terus dilakukan. Selain mushola, taman di pintu masuk pulau dan jembatan penghubung pulau juga terlihat tengah digarap. (*)

Pewarta
: Ahmad Su'udi
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin
Sumber
: